Di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam waktu SMU dulu, kita diajarkan bahwa terdapat dua jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah bulan yang berevolusi mengelilingi planet, sedang satelit buatan (artificial satellites) adalah satelit yang dibuat oleh tangan manusia. Menurut kamus online Wikipedia, satelit adalah benda-benda yang mengorbit mengelilingi benda lain. Itu berarti bukan hanya bulan dan satelit buatan, tapi juga komet, asteroid, bintang, planet, dan bahkan galaksi. Semua planet, bulan, dan bintang (termasuk matahari) merupakan satelit dari Galaksi Bimasakti.
Era satelit buatan sudah dimulai sejak tahun 1950an. Sama seperti semua hal yang berkembang di dunia, satelit buatan memiliki sejarah perkembangannya sendiri. Pada perkembangannya pun, satelit kemudian digunakan untuk bermacam-macam tujuan, sehingga lahirlah berbagai jenis satelit. Menurut kamus online Wikipedia, terdapat beberapa tipe utama satelit, yaitu anti-satellite weapons, satelit astronomi, biosatelit, satelit komunikasi, satelit mini, satelit navigasi, reconnaissance satellite, satelit observasi bumi, satelit tenaga matahari, stasiun luar angkasa, dan satelit cuaca. Jenis yang pertama, anti-satellite weapons, adalah satelit yang didesain untuk menghancurkan satelit ‘musuh’, dan target dan senjata orbit. Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk kepentingan penelitian astronomis. Biosatelit dirancang untuk mengangkut contoh organisme hidup untuk eksperimen, sementara satelit komunikasi adalah satelit yang digunakan untuk tujuan-tujuan telekomunikasi.
Satelit mini (miniaturized satellites), seperti namanya, adalah satelit yang bentuknya kecil dan bobotnya ringan, dibagi menjadi tiga jenis yaitu satelit mini (minisatellites, 200-500 kg), satelit mikro (dibawah 200 kg), dan satelit nano (dibawah 10 kg). Satelit navigasi menggunakan gelombang radio untuk membantu mobile receiver menentukan lokasi. Reconnaissance satellites adalah satelit komunikasi maupun satelit observasi bumi yang digunakan untuk kepentingan militer atau aplikasi intelegensia, dan informasinya sangat terbatas karena dirahasiakan oleh pemerintah. Satelit observasi bumi digunakan untuk membuat peta, mengontrol keadaan alam bumi, dan sebagai, bukan untuk kepentingan militer. Satelit tenaga matahari diletakkan di orbit tinggi bumi, menggunakan transmisi gelobang mikro. Stasiun ruang angkasa didesain agar manusia dapat tinggal di luar angkasa, untuk digunakan dalam jangka wanktu yang lama. Akhirnya, satelit cuaca digunakan untuk memonitor cuaca dan iklim bumi.
Satelit buatan pertama adalah Sputnik 1
yang diluncurkan pada 4 Oktober 1957 oleh Uni Soviet. Namun, Project RAND ternyata sudah merilis The Preliminary Design of an Experimental Circling Spaceship, yang ditandai dengan kalimat, “A satellite vehicle with appropriate instrumentation can be expected to be one of the most potent scientific tools of the Twentieth Century…” Amerika dikabarkan meluncurkan roket orbital pada 1945 dibawah naungan Biro Aeronautika, Angkatan Laut Amerika Serikat. Project RAND menulis semuanya secara terinci dalam laporannya, namun tidak percaya bahwa satelit digunakan untuk keperluan militer, melainkan sebagai sarana sains, politik dan propaganda, sehingga pada tahun 1954, Sekretariat Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa tidak ada program satelit yang dijalankan di Amerika pada saat itu. Dibawah tekanan beberapa organisasi sains, pada awal 1955 Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya mengerjakan Project Orbiter, dengan menggunakan Jupiter C Rocket untuk meluncurkan satelit kecil yang diberi nama Explorer 1pada 31 Januari 1958.
Perlu dicatat bahwa pada masa itu, orang-orang masih belum memiliki teknologi secanggih orang-orang masa kini dalam meneliti angkasa luar dan atmosfer. Sebelum era satelit, manusia menggunakan balon yang dinaikkan sejauh 30 km ke atmosfer, dan gelombang radio untuk meneliti ionosfer. Era ruang angkasa kemudian dimulai pada tahun 1946, sejak para ilmuwan mulai mengukur atmosfer lapisan atas bumi menggunakan roket V-2 milik Jerman yang tertangkap. Hingga tahun 1952, mereka menggunakan V-2 dan roket Aerobee untuk meneliti atmosfer lapisan atas.
Pada 29 Juli 1955, Presiden Amerika Serikat mencanangkan Project Vanguard, dengan jadwal peluncuran satelitnya pada musim semi 1958. Tidak mau kalah, Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1 pada 4 Oktober 1957. Amerika mengikuti jejak Sputnik 1 dengan menggunakan Space Surveillance Network (SSN) selain mengamati dan meneliti objek-objek ruang angkasa lainnya. Yang kemudian terjadi adalah kompetisi super-ketat antara kedua negara dalam memperbaharui dan meluncurkan sistem satelit terbaru.
Pada tanggal 1 Oktober 1958, inagurasi NASA diadakan sebagai suksesor dari NACA (National Advisory Committee for Aeronautics, didirikan pada 1915 untuk mendukung penelitian-penelitian industri aeronautik negara). NASA diberikan mandat yang sama, dan diharapkan dapat mendukung penelitian terhadap perkembangan satelit di Amerika Serikat.
Sementara itu, persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet terus berlangsung. Pada 12 April 1961, kosmonot Soviet Yuri Gagarin menjadi manusia pertama di ruang angkasa. Amerika Serikat kemudian merencanakan Project Mercury dan tujuh astronotnya. Kemudian, presiden John f. Kennegy berjanji pada negara dan masyarakatnya untuk mendaratkan seorang astronot di bulan sebelum akhir dari dekade tersebut, dengan nama Project Apollo. Sayangnya, berbagai kecelakaan terjadi pada proses pelanksanaan Project Apollo. Misalnya saja pada 27 Januari 1967; terjadi kebakaran pada modul perintah Apollo, yang menewaskan tiga orang astronot. Berbagai kecelakaan dan kegagalan mewarnai Project Apollo, hingga akhirnya Apollo 11
diluncurkan pada tahun 1969. Pada tanggal 20 Juli tahun itu, Neil Armstrong bersama dengan Edwin Aldrin (yang kemudian menjadi ikon kartun anak-anak Buzz Lightyear) menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan , sedang astronot Michael Collins tinggal di pesawat ulang-alik.
Kecelakaan juga terjadi di pihak Uni Soviet. Pada tahun 1967, tahun yang sama dengan kecelakaan Apollo pertama, seorang kosmonot kehilangan nyawanya. Menyusul kemudian, pada 1971, tiga orang kosmonot lagi meninggal. Mereka adalah Georgi Dobrovolsky, Vladislav Volkov, dan Victor Patseyev.
Project Apollo ternyata tidak terhenti di Apollo 11. Namun, proyek tersebut pun ternyata harus dihentikan pada Apollo 17 pada bulan Desember tahun 1972, sebab terjadi perubahan iklim sosial dan politik Amerika Serikat, selain karena keterbatasan dana—uang yang ada pada saat itu habis untuk mendanai (misalnya) Perang Vietnam.
Meski Project Apollo terhenti, masih banyak hal yang dilakukan oleh Amerika dalam mengembangkan sistem satelitnya. Singkatnya, secara garis besar, pada era 1970an hingga 1980an, terdapat berbagai misi antariksa yang dijalankan oleh Amerika, seperti misalnya Apollo-Soyuz Test Project, yang pada akhirnya melibatkan Amerika dan Uni Soviet bersama-sama pada orbit. Selain itu, mereka juga mengembangkan teknologi pesawat ulang-alik. Sayangnya, misi planetari sempat mati pada akhir 70an hingga akhir 80an karena ACTS (Advanced Communication Technology Satellites, diluncurkan pada 1993) berpotensi kurang sempurna, dan terutama karena terjadi beberapa kecelakaan lagi. Pada Februari 1984, satelit telekomunikasi Westar VI ‘tersangkut’ di orbit karena booster-nya mengalami kegagalan . Kemudian, kecelakaan terberat yang menjadi kekhawatiran utama adalah meledaknya The Challenger kurang dari dua tahun kemudian, yang merupakan tragedi tersesar NASA selain meledaknya Columbia pada tahun 2003.
Untung saja, misi planetari tidak terhenti selamanya. Pada era 1990an, satelit Galileo menginvestigasi Jupiter dan bulan-bulannya. Huble Space Telescope juga meneruskan penelusurannya terhadap ruang angkasa dari orbit rendash bumi. Selain itu, sebuah Rover meneliti Mars, mencoba mencari kebenaran akan kabar burung mengenai adanya kehidupan di planet merah tersebut. Rover tersebut dikendalikan dari bumi.
Berkebalikan dari era 70-80an, misi planetari pada masa kini malah makin berkembang dan ditunggu-tunggu kabar beritanya oleh khalayak ramai, bahkan oleh orang awam sekalipun. Orang-orang makin penasaran akan ada-tidaknya kehidupan di planet lain, bahkan mungkin di galaksi lain. Mars bisa dikatakan sebagai objek penelitian utama. Sebab, selain penelitian mengenai ada-tidaknya kehidupan disana, diteliti juga mengenai kemungkinan manusia untuk tinggal disana. Seri baru satelit ulang-alik pun dirancang untuk menjelajahi Mars dan isinya.
sumber : http://artikelindonesia.com/sejarah-satelit.html
Kamis, 05 April 2012
Apakah Benar Asteroid Menghantam Bumi ?
Faktanya, asteroid sebesar lemari es menabrak atmosfer tiap tahun. Namun, kebanyakan terbakar dalam perjalanan, dan sekitar dua pertiga sisanya jatuh ke laut (karena dua pertiga Bumi adalah laut).
Banyak batuan lebih kecil jatuh ke permukaan secara rutin. Menariknya, sekitar satu batu Mars jatuh ke Bumi tiap bulan. Beberapa batuan memang menghantam Bumi namun hanya menimbulkan sedikit kerusakan. Kawah Meteor Arizona merupakan pengecualian besar yang terjadi 50 ribu tahun silam.
Sesekali sebuah batu angkasa jatuh di atap seseorang. Tak ada laporan terpercaya menyatakan adanya orang terbunuh karena hal ini. Seekor kuda di Ohio dikabarkan mati karena kejatuhan batu angkasa ini, namun hal itu terjadi pada 1860. Dan ya, sebuah asteroid mematikan besar bisa menyerang.
Tidak, asteroid sebesar benua cenderung tak menghantam selama Anda hidup. Saat ini memang banyak ditemukan asteroid besar namun tak ada yang menuju Bumi. Batu berukuran sedang Apophis memiliki kemungkinan kecil menghantam Bumi pada 2036 dan mendatangkan malapetaka di beberapa daerah.
Namun, para ahli astronomi mengawasinya dan jika pengamatan masa depan mengungkap batu itu benar bisa menghantam Bumi, ilmuwan yakin telah menyusun misi untuk menangkisnya. Jika semuanya gagal, beberapa ahli masa depan menunjukkan, manusia bisa ‘mendirikan toko di tempat lain’.
Kekhawatiran nyata adalah, jika Anda mengkhawatirkan sesuatu, hal itu berasal dari komet. Tak seperti asteroid yang mengorbit Matahari di sabuk rapi antara Mars dan Yupiter dan relatif mudah ditemukan, komet bersembunyi di pinggiran jauh tata surya.
Kita biasanya tak mengetahui komet, kecuali komet telah berada dekat Bumi. Meski begitu, kemungkinan besar Anda terbunuh bisa datang dari anjing peliharaan atau hukum legal yang berlaku atau terjatuh dibanding ditabrak batu ruang angkasa.
Banyak batuan lebih kecil jatuh ke permukaan secara rutin. Menariknya, sekitar satu batu Mars jatuh ke Bumi tiap bulan. Beberapa batuan memang menghantam Bumi namun hanya menimbulkan sedikit kerusakan. Kawah Meteor Arizona merupakan pengecualian besar yang terjadi 50 ribu tahun silam.
Sesekali sebuah batu angkasa jatuh di atap seseorang. Tak ada laporan terpercaya menyatakan adanya orang terbunuh karena hal ini. Seekor kuda di Ohio dikabarkan mati karena kejatuhan batu angkasa ini, namun hal itu terjadi pada 1860. Dan ya, sebuah asteroid mematikan besar bisa menyerang.
Tidak, asteroid sebesar benua cenderung tak menghantam selama Anda hidup. Saat ini memang banyak ditemukan asteroid besar namun tak ada yang menuju Bumi. Batu berukuran sedang Apophis memiliki kemungkinan kecil menghantam Bumi pada 2036 dan mendatangkan malapetaka di beberapa daerah.
Namun, para ahli astronomi mengawasinya dan jika pengamatan masa depan mengungkap batu itu benar bisa menghantam Bumi, ilmuwan yakin telah menyusun misi untuk menangkisnya. Jika semuanya gagal, beberapa ahli masa depan menunjukkan, manusia bisa ‘mendirikan toko di tempat lain’.
Kekhawatiran nyata adalah, jika Anda mengkhawatirkan sesuatu, hal itu berasal dari komet. Tak seperti asteroid yang mengorbit Matahari di sabuk rapi antara Mars dan Yupiter dan relatif mudah ditemukan, komet bersembunyi di pinggiran jauh tata surya.
Kita biasanya tak mengetahui komet, kecuali komet telah berada dekat Bumi. Meski begitu, kemungkinan besar Anda terbunuh bisa datang dari anjing peliharaan atau hukum legal yang berlaku atau terjatuh dibanding ditabrak batu ruang angkasa.
Indonesia Negara Yang Paling Murah Senyum
Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%. Untuk salam, skor Indonesia sejajar Hongkong, juga 98%.ADVERTISEMENT
Siaran pers The Smiling Report dari AB Better Business berbasis di Swedia (8/4/2009) yang diteruskan Korfungsi Pensosbud KBRI Stockholm Dody Kusumonegoro kepada detikcom (16/5/2009) juga menyebutkan bahwa skor terbaik ucapan salam ini terutama ditemukan dalam pelayanan pemerintah (94%), sedangkan business to business (B2B) cuma 70%.
Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%.
Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika: skor murah senyum 62% dan salam 51%.
Sektor industri dengan senyum terbaik adalah Health &; Beauty Care (Kesehatan dan Perawatan Kecantikan) dan Transportasi dengan skor 86%, dan terendah adalah sektor B2B dengan 52%.
Data-data di atas dikompilasi dari para Mystery Shopper, yakni orang-orang terlatih untuk merasakan dan mengukur proses pelayanan terhadap pelanggan. Mereka ini pura-pura sebagai pembeli atau pelanggan potensial untuk selanjutnya melaporkan pengalamannya. Para Mistery Shopper ini disebut juga pelanggan anonim (anonymous customer), tamu virtual, atau pelanggan percobaan.
Hasil kompilasi survei 2008 yang meliputi data customer service itu termasuk jawaban dari 2,5 juta lebih pertanyaan mengenai Smile (senyum), Greeting (salam) dan Add-on Sales (layanan tambahan saat penjualan) di 66 negara.
Untuk layanan tambahan saat penjualan, skor tertinggi diraih sektor B2B (65%), sedangkan leisure paling rendah dengan skor cuma 40%. Sementara penjualan tertinggi dibukukan Pakistan (82%), terendah adalah Finlandia (3%).
Smiling Report mencatat tren yang terus menurun tiap tahun untuk Senyum, yakni 77% (2008), 82% (2007) dan 87% (2004). Tren penurunan juga terjadi Salam, yakni 81% (2008, 2007) dibandingkan 88% di 2004.
sumber : http://artikelindonesia.net/berita/indonesia-masih-paling-murah-senyum.html
Siaran pers The Smiling Report dari AB Better Business berbasis di Swedia (8/4/2009) yang diteruskan Korfungsi Pensosbud KBRI Stockholm Dody Kusumonegoro kepada detikcom (16/5/2009) juga menyebutkan bahwa skor terbaik ucapan salam ini terutama ditemukan dalam pelayanan pemerintah (94%), sedangkan business to business (B2B) cuma 70%.
Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%.
Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika: skor murah senyum 62% dan salam 51%.
Sektor industri dengan senyum terbaik adalah Health &; Beauty Care (Kesehatan dan Perawatan Kecantikan) dan Transportasi dengan skor 86%, dan terendah adalah sektor B2B dengan 52%.
Data-data di atas dikompilasi dari para Mystery Shopper, yakni orang-orang terlatih untuk merasakan dan mengukur proses pelayanan terhadap pelanggan. Mereka ini pura-pura sebagai pembeli atau pelanggan potensial untuk selanjutnya melaporkan pengalamannya. Para Mistery Shopper ini disebut juga pelanggan anonim (anonymous customer), tamu virtual, atau pelanggan percobaan.
Hasil kompilasi survei 2008 yang meliputi data customer service itu termasuk jawaban dari 2,5 juta lebih pertanyaan mengenai Smile (senyum), Greeting (salam) dan Add-on Sales (layanan tambahan saat penjualan) di 66 negara.
Untuk layanan tambahan saat penjualan, skor tertinggi diraih sektor B2B (65%), sedangkan leisure paling rendah dengan skor cuma 40%. Sementara penjualan tertinggi dibukukan Pakistan (82%), terendah adalah Finlandia (3%).
Smiling Report mencatat tren yang terus menurun tiap tahun untuk Senyum, yakni 77% (2008), 82% (2007) dan 87% (2004). Tren penurunan juga terjadi Salam, yakni 81% (2008, 2007) dibandingkan 88% di 2004.
sumber : http://artikelindonesia.net/berita/indonesia-masih-paling-murah-senyum.html
Mengenal Kampung Baduy
Orang Baduy tinggal di kawasan perbukitan gunung Kendeng, Banten. Selama ratusan tahun mereka selalu menjunjung adat tradisi secara turun-temurun untuk selalu hidup seiring dengan alam. Membangun perkampungan dilereng-lereng bukit yang asri ditepi sungai bararus deras dengan air yang jernih menerpa bebatuan melengkapi suasana alam yang damai.
Di pagi hari hampir semua masyarakat Baduy memulai aktifitasnya sebagai petani pergi ke ladang. Para gadis dan wanita menenun kain untuk mereka pakai sendiri atau dijual ke tamu-tamu yang berkunjung sebagai cendramata. Keceriaan anak-anak bermain di sekitar kampung karena secara adat mereka dididik dari alam dan orang tua mereka sendiri. Di Baduy tidak pernah didirikan sekolah formal moderen seperti pada umumnya sehingga etnis Baduy tidak mengenal baca tulis. Bahasa yang mereka gunakan adalah Sunda dengan dialek Sunda Kulon. Setiap orang yang mengerti bahasa Sunda tidak ada kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena perbedaannya hanya di dalam intonasi pengucapannya saja. Sementara bahasa Indonesia biasanya hanya dimengerti oleh kaum muda Baduy.
Hidup bersama alam, memberikan jiwa yang tenang dan damai buat orang Baduy karena diperkampungan mereka tidak diperbolehkan ada kendaraan bermotor, tidak ada radio atau televisi, tidak memerlukan penerangan dari sumber energi listrik dan segala bentuk yang dihasilkan dari kebudayaan moderen.
Tempat-tempat yang menarik di Baduy antara lain adalah , Rumah adat orang Baduy yang dibuat seragam. Tidak ada kaya atau miskin, mereka membuat rumah tradisional yang hampir sama terbuat dari Bambu, Kayu dan beratap Ijuk atau daun sejenis Pandan. Lumbung padi juga memiliki daya tarik tersendiri, dengan bentuk khas sebagai tempat penyimpanan hasil panen Padi yang tahan untuk bertahun-tahun sebagai cadangan untuk persediaan pesta atau kekuarangan pangan karena kemarau panjang. Untuk memproses dari padi menjadi beras mereka tidak menggunakan mesin, melainkan masih menggunakan alat tradisional penumbuk berupa Lisung dan Alu yang biasanya dikerjakan oleh para wanita Baduy. Membuat gula Enau juga salah satu mata pencaharian di sana. Gula Enau atau Aren menjadi hasil pertanian yang banyak diminati masyarakat luar Baduy karena selain rasa dan aroma gula Aren / Enau yang manis dan harum juga baik untuk dibuat minuman kebugaran tubuh.
Keindahan sungai Ciujung yang mengalir sepanjang perkampungan Baduy menjadi daya tarik tersendiri, selain ber air jernih dan belum tercemar, juga arus derasnya banyak diminati para pendatang untuk menyempatkan berenang dan mandi di sungai karena kesempatan ini tidak mungkin didapat di sungai-sungai diperkotaan.
Pakaian mereka hanya mengenal 2 warna yaitu Hitam atau warna gelap ( biru tua ) untuk orang Baduy Luar dan Putih untuk Baduy Dalam. Ikat kepala yang mereka namakan Udeng selalu dikenakan oleh para lelaki baik masih kanak-kanak maupun dewasa. Sementara gadis dan wanita Baduy selalu mengenakan pakaian bermodel kebaya dan kain.
Cara mencapai ke perkampungan Baduy cukup mudah dijangkau selama 4 jam dengan kendaraan dari Jakarta. Kualitas jalan dari Jakarta sampai ke Rangkasbitung sangat baik dan lebar. Lanjutan ke desa terdekatpun masih sekitar 40 km sudah beraspal. Meskipun tidak selebar sebelumnya, tetapi sudah diaspal halus dan menyajikan pemandangan perbukitan yang menghijau.
Kampung Baduy pada umumnya dapat dikunjungi setiap saat. Tetapi karena seluruh kegiatan di Baduy dilakukan dengan berjalan kaki, sebaiknya hindari musim penghujan yang panjang seperti Novemember – Februari. JIka hujan hanya turun dua tiga kali seminggu, masih dapat direkomendasikan untuk kunjungan ke sana karena biasanya apabila masih ada musim hujan, pada malam hari kita masih berkesempatan melihat kunang-kunang yang jumlahnya ribuan berkelap-kelip di sekeliling kampung.
Apalagi tiba saatnya tiba malam bulan purnama, suasana malam di sana sangat mengesankan. Tradisi orang Baduy yang terbiasa hanya menggunakan penerangan dari lampu minyak sayur itupun hanya di dalam rumah, maka diluar rumah cahaya Bulan dan Bintang memberikan penerangan yang dominan menerangi perkampungan. Serasa Bulan dan Bintang begitu dekat dengan Bumi. Nyaris seperti hidup pada abad 12 ketika teknologi moderen seperti energi listrik, semen, telepon, radio belum ditemukan.
sumber: http://artikelindonesia.net/liburan/kampung-baduy-provinsi-banten.html
Di pagi hari hampir semua masyarakat Baduy memulai aktifitasnya sebagai petani pergi ke ladang. Para gadis dan wanita menenun kain untuk mereka pakai sendiri atau dijual ke tamu-tamu yang berkunjung sebagai cendramata. Keceriaan anak-anak bermain di sekitar kampung karena secara adat mereka dididik dari alam dan orang tua mereka sendiri. Di Baduy tidak pernah didirikan sekolah formal moderen seperti pada umumnya sehingga etnis Baduy tidak mengenal baca tulis. Bahasa yang mereka gunakan adalah Sunda dengan dialek Sunda Kulon. Setiap orang yang mengerti bahasa Sunda tidak ada kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena perbedaannya hanya di dalam intonasi pengucapannya saja. Sementara bahasa Indonesia biasanya hanya dimengerti oleh kaum muda Baduy.
Hidup bersama alam, memberikan jiwa yang tenang dan damai buat orang Baduy karena diperkampungan mereka tidak diperbolehkan ada kendaraan bermotor, tidak ada radio atau televisi, tidak memerlukan penerangan dari sumber energi listrik dan segala bentuk yang dihasilkan dari kebudayaan moderen.
Tempat-tempat yang menarik di Baduy antara lain adalah , Rumah adat orang Baduy yang dibuat seragam. Tidak ada kaya atau miskin, mereka membuat rumah tradisional yang hampir sama terbuat dari Bambu, Kayu dan beratap Ijuk atau daun sejenis Pandan. Lumbung padi juga memiliki daya tarik tersendiri, dengan bentuk khas sebagai tempat penyimpanan hasil panen Padi yang tahan untuk bertahun-tahun sebagai cadangan untuk persediaan pesta atau kekuarangan pangan karena kemarau panjang. Untuk memproses dari padi menjadi beras mereka tidak menggunakan mesin, melainkan masih menggunakan alat tradisional penumbuk berupa Lisung dan Alu yang biasanya dikerjakan oleh para wanita Baduy. Membuat gula Enau juga salah satu mata pencaharian di sana. Gula Enau atau Aren menjadi hasil pertanian yang banyak diminati masyarakat luar Baduy karena selain rasa dan aroma gula Aren / Enau yang manis dan harum juga baik untuk dibuat minuman kebugaran tubuh.
Keindahan sungai Ciujung yang mengalir sepanjang perkampungan Baduy menjadi daya tarik tersendiri, selain ber air jernih dan belum tercemar, juga arus derasnya banyak diminati para pendatang untuk menyempatkan berenang dan mandi di sungai karena kesempatan ini tidak mungkin didapat di sungai-sungai diperkotaan.
Pakaian mereka hanya mengenal 2 warna yaitu Hitam atau warna gelap ( biru tua ) untuk orang Baduy Luar dan Putih untuk Baduy Dalam. Ikat kepala yang mereka namakan Udeng selalu dikenakan oleh para lelaki baik masih kanak-kanak maupun dewasa. Sementara gadis dan wanita Baduy selalu mengenakan pakaian bermodel kebaya dan kain.
Cara mencapai ke perkampungan Baduy cukup mudah dijangkau selama 4 jam dengan kendaraan dari Jakarta. Kualitas jalan dari Jakarta sampai ke Rangkasbitung sangat baik dan lebar. Lanjutan ke desa terdekatpun masih sekitar 40 km sudah beraspal. Meskipun tidak selebar sebelumnya, tetapi sudah diaspal halus dan menyajikan pemandangan perbukitan yang menghijau.
Kampung Baduy pada umumnya dapat dikunjungi setiap saat. Tetapi karena seluruh kegiatan di Baduy dilakukan dengan berjalan kaki, sebaiknya hindari musim penghujan yang panjang seperti Novemember – Februari. JIka hujan hanya turun dua tiga kali seminggu, masih dapat direkomendasikan untuk kunjungan ke sana karena biasanya apabila masih ada musim hujan, pada malam hari kita masih berkesempatan melihat kunang-kunang yang jumlahnya ribuan berkelap-kelip di sekeliling kampung.
Apalagi tiba saatnya tiba malam bulan purnama, suasana malam di sana sangat mengesankan. Tradisi orang Baduy yang terbiasa hanya menggunakan penerangan dari lampu minyak sayur itupun hanya di dalam rumah, maka diluar rumah cahaya Bulan dan Bintang memberikan penerangan yang dominan menerangi perkampungan. Serasa Bulan dan Bintang begitu dekat dengan Bumi. Nyaris seperti hidup pada abad 12 ketika teknologi moderen seperti energi listrik, semen, telepon, radio belum ditemukan.
sumber: http://artikelindonesia.net/liburan/kampung-baduy-provinsi-banten.html
Belajar Membatik di Solo
Batik merupakan produk asli Indonesia yang telah diakui sebagai warisan Dunia. Batik mempunyai berbagai macam corak dan ragam. Namun di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, Batik terbagi menjadi Batik Pesisiran dan Batik Pedalaman. Batik pesisiran berkembang di kawasan pantura, seperti : Lasem, Pekalongan dan Cirebon, sementara Batik pedalaman berkembang di Solo dan Jogja.
Dalam selembar batik ada tiga unsur yang bisa menjadi pembeda antara satu batik dengan batik lainnya, yaitu jenis latar dan isen, jenis motif , dan warna.
Selama ini sering kita menyebut bahwa corak batik terbagi dua jenis sesuai lokasi batik itu dibuat , yaitu Batik Pesisir dan Batik Pedalaman. Batik Pesisir memiliki corak-corak natural ( fauna, flora, manusia), warna-warna terang, dan sering memiliki hiasan tumpal di bagian tengah. Batik Pedalaman Yogya – Solo bermotif simbolik : geometrik, serta corak-corak yang yang memiliki makna tertentu. Berwarna hitam, coklat, biru atau putih. Pendapat itu tentu didasari pengertian bahwa kebudayaan Jawa secara umum memang terbagi atas budaya Pesisir dan budaya Keraton , yang masing-masing memiliki ciri atau identitas sendiri. Jika motif batik keraton diperkirakan sudah digunakan sejak abad X, motif pesisir muncul dan berkembang di Jaw sekitar 5 abad kemudian. Selanjutnya motif-motif itu digunakan dan dibuat oleh masyarakatnya masing-masing, hingga pada suatu saat motif-motif itu saling berinteraksi dan saling beradaptasi.
Akan tetapi kita juga harus mengingat bahwa daerah pedalaman juga memiliki masyarakat yang hidup di luar keraton, yang secara geografis keletakannya jauh dari keraton. Masyarakat ini tentunya memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan komunitas keraton, yang sarat dengan aturan dan simbol, tapi juga berbeda dengan masyarakat Pesisir. Mengingat batik adalah jenis pakaian yang digunakan oleh orang Jawa dalam kehidupan sehari-hari, tentu kegiatan membatik juga dilakukan oleh masyarakat pedalaman ‘nonkeraton’ itu ( Sebelum batik menjadi komoditi dagang, orang harus membuat sendiri batik yang akan dipakainya) .Motif apa yang mereka buat, dan pola pikir apa yang mendasari mereka mencipta motif batiknya? .Dari temuan batik-batik lama yang berasal dari daerah nonpesisir seperti Banyumas, Sokaraja, Kebumen, Banjarnegara, Wonogiri dan mungkin daerah-daerah lain, terlihat bahwa mereka mengadopsi corak dan warna dari Pesisir dan Keraton. Bahkan sering dua jenis motif itu dipadukan dalam selembar kain, misalnya motif geometrik menjadi dasar dari motif natural, sehingga muncul motif-motif misalnya, bunga di atas motif kawung, atau burung di atas motif tluntum atau parang. Warna-warna cerah juga sering muncul dibarengi dengan warna sogan keraton. Selain itu, alam lingkungan tampaknya sangat mempengaruhi corak batik mereka, sehingga muncul motif jenis-jenis daun yang kemungkinan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di derah mereka. Penamaan dan motif batik sering menggunakan nama jenis tumbuhan yang memiliki peran dalam kehidupan, misalnya beras, kedelai, kunyit, daun ubi, biji melinjo, bambu, salak, mangga, dsb. Kelihatannya tanaman yang sangat berkaitan dengan pangan menjadi motif favorit mereka.
Nah, untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat, bagaimana proses membuat batik itu sendiri, silahkan anda datang ke Solo. Di Kota Solo, anda akan menjumpai tidak hanya Batik Indonesia, tapi juga batik dari seluruh Dunia. Koleksi tersebut tersimpan dengan sangat rapi dan indah di Museum Batik Wuryoningratan.
Tidak hanya itu, anda akan melihat bagaimana kehidupan sebuah kampung yang mendedikasikan dirinya sebagai Kampung Batik. Ya, hampir seluruh penduduk dikampung ini bergelut dengan batik. Yang tak kalah seru, anda akan diajari secara langsung membuat batik, mulai dari membuat pola di kain, kemudian membatik, mencelup, memberi warna, hingga menjadi sebuah produk batik yang kita gunakan selama ini.
Dalam selembar batik ada tiga unsur yang bisa menjadi pembeda antara satu batik dengan batik lainnya, yaitu jenis latar dan isen, jenis motif , dan warna.
Selama ini sering kita menyebut bahwa corak batik terbagi dua jenis sesuai lokasi batik itu dibuat , yaitu Batik Pesisir dan Batik Pedalaman. Batik Pesisir memiliki corak-corak natural ( fauna, flora, manusia), warna-warna terang, dan sering memiliki hiasan tumpal di bagian tengah. Batik Pedalaman Yogya – Solo bermotif simbolik : geometrik, serta corak-corak yang yang memiliki makna tertentu. Berwarna hitam, coklat, biru atau putih. Pendapat itu tentu didasari pengertian bahwa kebudayaan Jawa secara umum memang terbagi atas budaya Pesisir dan budaya Keraton , yang masing-masing memiliki ciri atau identitas sendiri. Jika motif batik keraton diperkirakan sudah digunakan sejak abad X, motif pesisir muncul dan berkembang di Jaw sekitar 5 abad kemudian. Selanjutnya motif-motif itu digunakan dan dibuat oleh masyarakatnya masing-masing, hingga pada suatu saat motif-motif itu saling berinteraksi dan saling beradaptasi.
Akan tetapi kita juga harus mengingat bahwa daerah pedalaman juga memiliki masyarakat yang hidup di luar keraton, yang secara geografis keletakannya jauh dari keraton. Masyarakat ini tentunya memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan komunitas keraton, yang sarat dengan aturan dan simbol, tapi juga berbeda dengan masyarakat Pesisir. Mengingat batik adalah jenis pakaian yang digunakan oleh orang Jawa dalam kehidupan sehari-hari, tentu kegiatan membatik juga dilakukan oleh masyarakat pedalaman ‘nonkeraton’ itu ( Sebelum batik menjadi komoditi dagang, orang harus membuat sendiri batik yang akan dipakainya) .Motif apa yang mereka buat, dan pola pikir apa yang mendasari mereka mencipta motif batiknya? .Dari temuan batik-batik lama yang berasal dari daerah nonpesisir seperti Banyumas, Sokaraja, Kebumen, Banjarnegara, Wonogiri dan mungkin daerah-daerah lain, terlihat bahwa mereka mengadopsi corak dan warna dari Pesisir dan Keraton. Bahkan sering dua jenis motif itu dipadukan dalam selembar kain, misalnya motif geometrik menjadi dasar dari motif natural, sehingga muncul motif-motif misalnya, bunga di atas motif kawung, atau burung di atas motif tluntum atau parang. Warna-warna cerah juga sering muncul dibarengi dengan warna sogan keraton. Selain itu, alam lingkungan tampaknya sangat mempengaruhi corak batik mereka, sehingga muncul motif jenis-jenis daun yang kemungkinan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di derah mereka. Penamaan dan motif batik sering menggunakan nama jenis tumbuhan yang memiliki peran dalam kehidupan, misalnya beras, kedelai, kunyit, daun ubi, biji melinjo, bambu, salak, mangga, dsb. Kelihatannya tanaman yang sangat berkaitan dengan pangan menjadi motif favorit mereka.
Nah, untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat, bagaimana proses membuat batik itu sendiri, silahkan anda datang ke Solo. Di Kota Solo, anda akan menjumpai tidak hanya Batik Indonesia, tapi juga batik dari seluruh Dunia. Koleksi tersebut tersimpan dengan sangat rapi dan indah di Museum Batik Wuryoningratan.
Tidak hanya itu, anda akan melihat bagaimana kehidupan sebuah kampung yang mendedikasikan dirinya sebagai Kampung Batik. Ya, hampir seluruh penduduk dikampung ini bergelut dengan batik. Yang tak kalah seru, anda akan diajari secara langsung membuat batik, mulai dari membuat pola di kain, kemudian membatik, mencelup, memberi warna, hingga menjadi sebuah produk batik yang kita gunakan selama ini.
Mengenal Lombok
Lombok adalah sebuah pulau nan elok yang digambarkan sebagai “seorang putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan ketenangannya. Lombok terletak di antara 2 obyek wisata pesohor dunia yaitu Pula Bali dan Pulau Komodo. Lombok selain indah, aman dan nyaman untuk berlibur juga menyimpan berbagai keunikan budaya dan tradisi yang merupakan bauran dari berbagai budaya lainnya seperti Bali, Jawa, Bugis, Arab dll. Obyek-obyek wisatanya sangat indah dan masih alami. Mulai dari ikan hias dan terumbu karang di dasar laut Gili Trawangan sampai flora dan fauna serta pesona alam nan menakjubkan di puncak Rinjani. Oleh karena itu, Lombok semakin mendapat tempat di hati para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.
Akses
Lombok dapat diakses langsung melaui Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur dan Singapore dengan pesawat dan Bali dengan pesawat dan ferry. Jadwal penerbangan tersedia setiap hari dengan beberapa kali penerbangan reguler terutama dari Bali. Sementra ferry reguler tersedia setiap jam dan ferry cepat 1 kali sehari dari dan ke Lombok. Selain karena keindahannya, semakin mudahnya akses ini juga membuat Lombok semakin banyak dikunjungi oleh para wisatwan.
Geografi
Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan 8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² Tempat tertinggi di Pulau Lombok adalah puncak Gunung Berapi Rinjani [tertinggi kedua di Indonesia] yang menjulang pada ketinggian 3.726 m di atas permukaan laut.
Demografi
Jumlah populasi penduduk Pulau Lombok adalah sekitar 2.722.123 jiwa menurut data tahun….. Penduduk asli Pulau Lombok adalah suku Sasak yang dipercaya merupakan keturunan dari suku Jawa. Suku Sasak tersebar di seluruh bagian Pulau Lombok dan mendominasi penduduk secara keseluruhan sampai 85%. Selain oleh suku asli Sasak, Pulau Lombok juga didiami oleh suku Bali, Jawa, Bugis, Banjar, Melayu, Cina dan Arab.
Topografi
Secara topografis, Lombok didominasi oleh lereng Gunung Berapi Rinjani. Hal ini membuat sebagian besar daerah di Lombok menjadi lahan pertanian yang subur. Lereng sebelah utara dan timur, misalnya, ditanami bawang putih, bawang merah tembakau dan tanaman holtikultura lainnya dengan kualitas tinggi. Sementara padi juga merupakan tanaman utama di sebagian besar Pulau Lombok. Walaupun daerah Lombok selatan cenderung lebih kering dibandingkan dengan daerah lainnya namun tetap produktif. Komoditi lain yang dihasilkan Lombok adalah jagung, cabe, kapas, kacang kacangan dll.
Agama
Agama leluhur atau agama tertua Suku Sasak Lombok disebut Boda, Kemudian setelah kerajaan-kerajaan dari Jawa ekspansi ke Lombok, Suku Sasak memeluk agama Syiwa-Buddha. Selanjutnya, setelah ekspedisi Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada masuk ke Lombok, Suku Sasak memeluk gama Hindu-Buddha. Agama Islam masuk ke Lombok sekitar abad XV M. Islam yang awalnya datangnya dari Jawa ini berkembang dengan pesat di Lombok dan menjadi agama yang dipeluk oleh hampir seluruh suku Sasak sampai saat ini. Oleh karena itu Islam adalah agama mayoritas di Pulau Lombok [±85%]. Agama kedua terbesar yang dianut di Lombok adalah Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali. Selain itu, penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai di Lombok. Pemeluknya adalah pendatang dari berbagai suku yang masuk ke Lombok puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Di Bayan, Sembalun, Senaru, Pesugulan Lombok Utara, Pujut, Puyung, Sengkol, Rambitan, Sade Lombok Selatan, Tetebatu dan Loyok Lombok Timur dan Bumbung dan Narmada Lombok Barat dan beberapa tempat tepencil lainnya terdapat penganut aliran Islam Sasak atau lebih dikenal dengan Islam Wetu Telu, sebuah sekte Islam lokal yang “terkontaminasi” ajaran animis, hindu dan tradisi leluhur.
Iklim
Seperti lazimnya daerah lain di Indonesisa, Lombok juga meiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan umumnya mulai dari Oktober sampai dengan Maret dan musim kemarau berlangsung dari April sampai September. Suhu rata-rata sepanjang tahun di Pulau Lombok berkisar antara 21º sampai 33 º Celsius.
Flora Dan Fauna
Walaupun Lombok secara geografis sangat dekat dengan Bali, hewan dan tumbuhan yang ada di Lombok sedikit berbeda dari yang ada di Bali. Lombok merupakan titik “perbatasan” antara hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesaia bagian barat dan bagian timur. Karena itulah, Alfred Russel Wallace, seorang ahli Biologi abad IX dari Inggris menyebut Lombok sebagai The Wallace Line, Di bagian utara, Pulau Lombok didominasi oleh lembah dan bukit yang ditumbuhi oleh edeluis, pakis, pohon-pohon yang tinggi dan belukar. Sementara di bagian selatan, Lombok cenderung lebih tandus. Hewan yang dapat dijumpai di Lombok berupa, kadal, biwak, kakaktua, dan burung beo, koak kaok, gagak, elang, gagak, burung kaka tua, punglor dan lain-lain.
Pemerintahan
Lombok merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat [NTB] dengan luas 19.708,79 km² yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara [NUSRA]. Pada tanggal 14 Agustus 1958, Provinsi NUSRA dimekarkan menjadi 3 provinsi yaitu Bali, NTB, dan NTT [Nusa Tenggara Timur] brdasarkan Undang-Undang Nomor 64 tahun 1958. Lombok terbagi menjadi 4 kabupaten: Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan 1 kota: Kota Madya Mataram, sekaligus merupakan Ibu Kota Provinsi NTB.
Sejarah
Asal Kata “Lombok”
Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq [Sasak: lampau], namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian mengalami kemunduran dan muncullah Kerajaan Lombok. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton, Selaparang dll.
Di antara kerajaan-kerajaan tersebut, yang paling maju pada zaman tersebut dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang ini; sebuah teluk yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini membuat banyak pedagang dari Palembang, Banten, Gersik, dan Sulawesi menyiggahinya. Kemudian pada zaman kekuasaan Prabu Rangkesari, pusat kerajaan Lombok dipindahkan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang oleh musuh dibandingkan posisi sebelumnya. Dengan demikian, dapat disimpulakn bahawa kata “Lombok” diambil dari nama kerajaan tersebut. Dalam bahasa Sasak, secara leksikal kata “Lombok” berarti “lurus” atau “jujur”. Dalam kehidupan sehari-hari atau secara kentekstual kata “Lombok” dapat berarti ketulusan dan kejujuran dalam segala tingkah laku dan menghindarkan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.
Asal kata “Sasak”
Menurut Rulof Goris, pada abad V hingga abad VI terjadi gelombang migrasi dari Pulau Jawa ke Bali dan Lombok menyusul runtuhnya Kerajaan Daha dan Kalingga. Alat transportasi laut yang dipakai menyeberang oleh para migran ke Lombok disebut sak-sak [rakit bambu]. Berdasarkan kata “sak-sak” itu lah,menurut Goris, mungkin kata “Sasak” berasal.
Namun demikian, A Teeuw, sastrawan Indonesia asal Belanda menduga kata sasak muncul dari kebiasaan masyarakat Lombok masa itu yang mengenakan ikat kepala berbahan tembasak [kain putih]. Bisa jadi sasak itu diambil dari suku kata terakhir tembasak yaitu “sak” yang mengalami proses pengulangan lalu jadi “Sasak”.
“Sak-sak” dalam bahasa Sasak secara leksikal berarti “apa pun” dan secara kontekstual dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang membaur dan berkembang bersama menjadi satu adalah identitas milik bersama. Oleh karena itu, budaya Sasak Lombok lahir dari berbagai budaya multi etnis yang mendiami pulau ini seperti Jawa, Banjar, Bugis, Melayu, dll.
Budaya
Kedekatan budaya Bali dan Lombok memang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah kedua pulau bertetangga ini. Diawali dengan masuknya pengaruh paham Syiwa-Buddha dari Pulau Jawa yang dibawa para migran dari kerajaan-kerajaan Jawa sekitar abad V dan VI M sampai infiltrasi kerajaan hindu Majapahit yang mengenalkan ajaran Hindu-Buddha ke penjuru timur wilayah Nusantara pada abad VII M, termasuk ke Bali dan Lombok.
Selain pengaruh budaya dari barat [Bali dan Jawa / majapahit] kebudayaan Lombok dipengaruhi juga oleh budaya dari timur yaitu budaya Kerajaan Goa. Namun demikian, pengaruh kebudayaan dari barat ini lah yang lebih menonjol dalam kehidupan sehari-hari sampai saat ini. Pakaian tradisional seperti ikat kepala, misalnya, dalam adat Sasak disebut sapuk [pria] sama dengan udeng dalam busana pria Bali dan serupa dengan blangkon dalam busana pria Jawa.
Kebiasaan nebon [pantang memotong rambut bagi suami yang istrinya dalam keadaan hamil] yang terdapat di Bali, dikenal pula dalam tradisi Sasak Lombok. Selama nebon, kegiatan rumah tangga ditangani suami. Kebiasaan ini dipertahankan dengan tujuan demi melahirkan generasi yang berkualitas jasmani dan rohaninya.
Tradisi potong gigi, pertunjukan wayang lelendong [kulit], instrumen gamelan yang sama, tradisi kawin lari dan lain-lain juga beberapa di atara sekian banyak kesamaan budaya antara Bali dan Lombok. Selain itu, akulturasi budaya antara Bali dan Lombok juga terlihat dalam ritual penganut kepercayaan Islam Sasak atau Islam Wetu Telu.
Bahasa
Bahasa daerah yang dituturkan di Pulau Lombok oleh Suku asli Sasak disebut dengan Bahasa Sasak. Bahasa Sasak dapat dikelompokkan ke dalam ragam bahasa yang sama dengan Bahasa Jawa dan Bali. Banyak sekali kosa kata yang cara pelafalan, penggunaan dan maknanya sama dengan kosa kata dalam Bahasa Bali dan Jawa. Ini desebabkan oleh kedekatan geografis dan historis di antara mereka. Bahasa Sasak Bali dan Jawa sama-sama bersumber dari bahasa Kawi dengan aksara Jawa Kuno, Hanacaraka. Aksara Hanacaraka Bali dan Sasak sama-sama berjumlah 18, sementara Hanacaraka Jawa berjumlah 20.
sumber : http://artikelindonesia.net/lombok/info-tentang-lombok.html
Akses
Lombok dapat diakses langsung melaui Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur dan Singapore dengan pesawat dan Bali dengan pesawat dan ferry. Jadwal penerbangan tersedia setiap hari dengan beberapa kali penerbangan reguler terutama dari Bali. Sementra ferry reguler tersedia setiap jam dan ferry cepat 1 kali sehari dari dan ke Lombok. Selain karena keindahannya, semakin mudahnya akses ini juga membuat Lombok semakin banyak dikunjungi oleh para wisatwan.
Geografi
Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan 8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² Tempat tertinggi di Pulau Lombok adalah puncak Gunung Berapi Rinjani [tertinggi kedua di Indonesia] yang menjulang pada ketinggian 3.726 m di atas permukaan laut.
Demografi
Jumlah populasi penduduk Pulau Lombok adalah sekitar 2.722.123 jiwa menurut data tahun….. Penduduk asli Pulau Lombok adalah suku Sasak yang dipercaya merupakan keturunan dari suku Jawa. Suku Sasak tersebar di seluruh bagian Pulau Lombok dan mendominasi penduduk secara keseluruhan sampai 85%. Selain oleh suku asli Sasak, Pulau Lombok juga didiami oleh suku Bali, Jawa, Bugis, Banjar, Melayu, Cina dan Arab.
Topografi
Secara topografis, Lombok didominasi oleh lereng Gunung Berapi Rinjani. Hal ini membuat sebagian besar daerah di Lombok menjadi lahan pertanian yang subur. Lereng sebelah utara dan timur, misalnya, ditanami bawang putih, bawang merah tembakau dan tanaman holtikultura lainnya dengan kualitas tinggi. Sementara padi juga merupakan tanaman utama di sebagian besar Pulau Lombok. Walaupun daerah Lombok selatan cenderung lebih kering dibandingkan dengan daerah lainnya namun tetap produktif. Komoditi lain yang dihasilkan Lombok adalah jagung, cabe, kapas, kacang kacangan dll.
Agama
Agama leluhur atau agama tertua Suku Sasak Lombok disebut Boda, Kemudian setelah kerajaan-kerajaan dari Jawa ekspansi ke Lombok, Suku Sasak memeluk agama Syiwa-Buddha. Selanjutnya, setelah ekspedisi Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada masuk ke Lombok, Suku Sasak memeluk gama Hindu-Buddha. Agama Islam masuk ke Lombok sekitar abad XV M. Islam yang awalnya datangnya dari Jawa ini berkembang dengan pesat di Lombok dan menjadi agama yang dipeluk oleh hampir seluruh suku Sasak sampai saat ini. Oleh karena itu Islam adalah agama mayoritas di Pulau Lombok [±85%]. Agama kedua terbesar yang dianut di Lombok adalah Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali. Selain itu, penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai di Lombok. Pemeluknya adalah pendatang dari berbagai suku yang masuk ke Lombok puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Di Bayan, Sembalun, Senaru, Pesugulan Lombok Utara, Pujut, Puyung, Sengkol, Rambitan, Sade Lombok Selatan, Tetebatu dan Loyok Lombok Timur dan Bumbung dan Narmada Lombok Barat dan beberapa tempat tepencil lainnya terdapat penganut aliran Islam Sasak atau lebih dikenal dengan Islam Wetu Telu, sebuah sekte Islam lokal yang “terkontaminasi” ajaran animis, hindu dan tradisi leluhur.
Iklim
Seperti lazimnya daerah lain di Indonesisa, Lombok juga meiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan umumnya mulai dari Oktober sampai dengan Maret dan musim kemarau berlangsung dari April sampai September. Suhu rata-rata sepanjang tahun di Pulau Lombok berkisar antara 21º sampai 33 º Celsius.
Flora Dan Fauna
Walaupun Lombok secara geografis sangat dekat dengan Bali, hewan dan tumbuhan yang ada di Lombok sedikit berbeda dari yang ada di Bali. Lombok merupakan titik “perbatasan” antara hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesaia bagian barat dan bagian timur. Karena itulah, Alfred Russel Wallace, seorang ahli Biologi abad IX dari Inggris menyebut Lombok sebagai The Wallace Line, Di bagian utara, Pulau Lombok didominasi oleh lembah dan bukit yang ditumbuhi oleh edeluis, pakis, pohon-pohon yang tinggi dan belukar. Sementara di bagian selatan, Lombok cenderung lebih tandus. Hewan yang dapat dijumpai di Lombok berupa, kadal, biwak, kakaktua, dan burung beo, koak kaok, gagak, elang, gagak, burung kaka tua, punglor dan lain-lain.
Pemerintahan
Lombok merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat [NTB] dengan luas 19.708,79 km² yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara [NUSRA]. Pada tanggal 14 Agustus 1958, Provinsi NUSRA dimekarkan menjadi 3 provinsi yaitu Bali, NTB, dan NTT [Nusa Tenggara Timur] brdasarkan Undang-Undang Nomor 64 tahun 1958. Lombok terbagi menjadi 4 kabupaten: Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan 1 kota: Kota Madya Mataram, sekaligus merupakan Ibu Kota Provinsi NTB.
Sejarah
Asal Kata “Lombok”
Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq [Sasak: lampau], namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian mengalami kemunduran dan muncullah Kerajaan Lombok. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton, Selaparang dll.
Di antara kerajaan-kerajaan tersebut, yang paling maju pada zaman tersebut dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang ini; sebuah teluk yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini membuat banyak pedagang dari Palembang, Banten, Gersik, dan Sulawesi menyiggahinya. Kemudian pada zaman kekuasaan Prabu Rangkesari, pusat kerajaan Lombok dipindahkan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang oleh musuh dibandingkan posisi sebelumnya. Dengan demikian, dapat disimpulakn bahawa kata “Lombok” diambil dari nama kerajaan tersebut. Dalam bahasa Sasak, secara leksikal kata “Lombok” berarti “lurus” atau “jujur”. Dalam kehidupan sehari-hari atau secara kentekstual kata “Lombok” dapat berarti ketulusan dan kejujuran dalam segala tingkah laku dan menghindarkan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.
Asal kata “Sasak”
Menurut Rulof Goris, pada abad V hingga abad VI terjadi gelombang migrasi dari Pulau Jawa ke Bali dan Lombok menyusul runtuhnya Kerajaan Daha dan Kalingga. Alat transportasi laut yang dipakai menyeberang oleh para migran ke Lombok disebut sak-sak [rakit bambu]. Berdasarkan kata “sak-sak” itu lah,menurut Goris, mungkin kata “Sasak” berasal.
Namun demikian, A Teeuw, sastrawan Indonesia asal Belanda menduga kata sasak muncul dari kebiasaan masyarakat Lombok masa itu yang mengenakan ikat kepala berbahan tembasak [kain putih]. Bisa jadi sasak itu diambil dari suku kata terakhir tembasak yaitu “sak” yang mengalami proses pengulangan lalu jadi “Sasak”.
“Sak-sak” dalam bahasa Sasak secara leksikal berarti “apa pun” dan secara kontekstual dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang membaur dan berkembang bersama menjadi satu adalah identitas milik bersama. Oleh karena itu, budaya Sasak Lombok lahir dari berbagai budaya multi etnis yang mendiami pulau ini seperti Jawa, Banjar, Bugis, Melayu, dll.
Budaya
Kedekatan budaya Bali dan Lombok memang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah kedua pulau bertetangga ini. Diawali dengan masuknya pengaruh paham Syiwa-Buddha dari Pulau Jawa yang dibawa para migran dari kerajaan-kerajaan Jawa sekitar abad V dan VI M sampai infiltrasi kerajaan hindu Majapahit yang mengenalkan ajaran Hindu-Buddha ke penjuru timur wilayah Nusantara pada abad VII M, termasuk ke Bali dan Lombok.
Selain pengaruh budaya dari barat [Bali dan Jawa / majapahit] kebudayaan Lombok dipengaruhi juga oleh budaya dari timur yaitu budaya Kerajaan Goa. Namun demikian, pengaruh kebudayaan dari barat ini lah yang lebih menonjol dalam kehidupan sehari-hari sampai saat ini. Pakaian tradisional seperti ikat kepala, misalnya, dalam adat Sasak disebut sapuk [pria] sama dengan udeng dalam busana pria Bali dan serupa dengan blangkon dalam busana pria Jawa.
Kebiasaan nebon [pantang memotong rambut bagi suami yang istrinya dalam keadaan hamil] yang terdapat di Bali, dikenal pula dalam tradisi Sasak Lombok. Selama nebon, kegiatan rumah tangga ditangani suami. Kebiasaan ini dipertahankan dengan tujuan demi melahirkan generasi yang berkualitas jasmani dan rohaninya.
Tradisi potong gigi, pertunjukan wayang lelendong [kulit], instrumen gamelan yang sama, tradisi kawin lari dan lain-lain juga beberapa di atara sekian banyak kesamaan budaya antara Bali dan Lombok. Selain itu, akulturasi budaya antara Bali dan Lombok juga terlihat dalam ritual penganut kepercayaan Islam Sasak atau Islam Wetu Telu.
Bahasa
Bahasa daerah yang dituturkan di Pulau Lombok oleh Suku asli Sasak disebut dengan Bahasa Sasak. Bahasa Sasak dapat dikelompokkan ke dalam ragam bahasa yang sama dengan Bahasa Jawa dan Bali. Banyak sekali kosa kata yang cara pelafalan, penggunaan dan maknanya sama dengan kosa kata dalam Bahasa Bali dan Jawa. Ini desebabkan oleh kedekatan geografis dan historis di antara mereka. Bahasa Sasak Bali dan Jawa sama-sama bersumber dari bahasa Kawi dengan aksara Jawa Kuno, Hanacaraka. Aksara Hanacaraka Bali dan Sasak sama-sama berjumlah 18, sementara Hanacaraka Jawa berjumlah 20.
sumber : http://artikelindonesia.net/lombok/info-tentang-lombok.html
membuat kerangka karangan
Kerangka Karangan
Topik : Tempe bongkrek adalah makanan yang berbahaya
- Pengertian
1.2 Perbedaan Tempe Bongkrek dengan Tempe Kedelai
2. Kandungan Tempe Bongkrek
2.1 Bahan untuk membuat Tempe Bongkrek
2.2 Bakteri terkandung dalam Tempe Bongkrek
3. Bahaya Tempe Bongkrek
3.1 Akibat bagi kesehatan
4. Penanggulangan
4.1 Penyuluhan kepada masyarakat
4.2 Pengawasan dari pemerintah terhadap makanan yang beredar di masyarakat
4.3 Penanggulangan setelah kejadian
sumber : http://deviden749.wordpress.com/2012/04/06/kerangka-karangan/
Langganan:
Postingan (Atom)